Pernah gak sih kamu lagi belajar coding, terus sampai di fase, “Framework apa ya yang harus dipelajari?”
Di satu sisi, banyak yang bilang JavaScript lagi naik daun. Di sisi lain, kamu nemu Laravel yang katanya “legend”. Akhirnya muncul pertanyaan klasik, “Laravel masih worth it gak sih di 2026?”
Yuk, kita bahas dengan sudut pandang realistis, bukan cuma sekadar tren doang.

Sumber gambar:NF Academy
Apa Itu Laravel?
Framework backend berbasis PHP
Laravel adalah framework yang digunakan untuk membangun backend website atau aplikasi web menggunakan PHP.
Kenapa banyak yang pakai?
Karena Laravel sudah menyediakan banyak fitur “siap pakai”, seperti:
- sistem login (authentication)
- pengelolaan database
- routing halaman
- keamanan aplikasi
Jadi, kamu gak perlu bikin semuanya dari nol, cukup fokus ke fitur yang mau dibuat.
Baca juga: Web3 vs Web2: Apa Perbedaannya dan Siapa yang Sebenarnya Menguasai Data Kamu?
Alasan Laravel Sering Dipilih untuk Berbagai Kebutuhan
Laravel bukan cuma populer, tapi juga fleksibel untuk banyak jenis aplikasi. Ini beberapa contoh penggunaan yang paling umum:
Web app (aplikasi berbasis web)
Laravel sering dipakai untuk membangun aplikasi seperti:
- platform booking
- website membership
- marketplace sederhana
Dengan fitur routing dan templating yang rapi, kamu bisa bikin alur aplikasi yang kompleks tapi tetap terstruktur.
Dashboard admin
Hampir semua bisnis butuh dashboard untuk mengelola data.
Laravel memudahkan kamu membuat:
- panel admin untuk kelola user
- monitoring transaksi
- manajemen konten
Ditambah lagi, ada banyak tools seperti admin template dan package yang bikin prosesnya jauh lebih cepat.
Sistem internal perusahaan
Banyak perusahaan menggunakan Laravel untuk kebutuhan internal, seperti:
- sistem HR (absensi, payroll)
- sistem inventory
- CRM (Customer Relationship Management)
Kenapa? Karena Laravel cukup stabil, aman, dan bisa dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis.
Apakah Laravel Masih Relevan di 2026?
Jawaban jujurnya, MASIH sangat relevan
Data terbaru menunjukkan:
- Laravel digunakan oleh 1,5 juta+ website aktif di dunia
- Dipakai oleh sekitar 60%+ developer PHP
- Menguasai sekitar 35%-50% market framework PHP
Bahkan, Laravel masih masuk dalam top backend framework secara global, bukan cuma di PHP saja.
Kenapa masih bertahan?
- Development lebih cepat (banyak fitur bawaan)
- Security sudah matang
- Ekosistem besar & komunitas aktif
- Banyak tools pendukung (Laravel Cloud, AI integration, dll.)
Laravel juga terus berkembang dengan update rutin dan integrasi teknologi baru seperti AI dan serverless. Artinya, Laravel bukan framework “jadul”, tapi terus mengikuti perkembangan teknologi.
Tapi, Laravel Punya Saingan Gak?
1. JavaScript Ecosystem
- Node.js
- Next.js
Cocok buat kamu yang mau full JavaScript (frontend + backend)
2. Python Framework
Django
Banyak dipakai untuk data science, AI, atau startup berbasis Python
3. Enterprise Framework
Spring Boot
Biasanya dipakai perusahaan besar (corporate level)
Walaupun banyak framework baru bermunculan (bahkan dari Go, Rust, dan JavaScript), Laravel tetap unggul dalam:
- kemudahan penggunaan
- kecepatan development
- stabilitas jangka panjang
Banyak startup bahkan masih memilih Laravel karena lebih cepat launch produk.
Jadi, Haruskah Kamu Belajar Laravel?
Cocok banget kalau kamu:
- baru masuk dunia backend
- mau cepat bikin project real
- target kerja di web development
Mungkin pertimbangkan alternatif kalau:
- mau fokus ke AI/data, bisa pilih Python
- mau fullstack modern, bisa coba JavaScript

Sumber gambar:Reddit
Kalau kamu lagi tertarik belajar Laravel atau justru mau coba framework lain? Coba share di kolom komentar, ya!
Jangan lupa follow Instagram@afarcotech untuk info teknologi terbaru dan berita masa kini, update terpercaya, dan insight penting yang relevan buat kamu.









