Sudah susah payah bikin website, tapi pengunjung sepi dan penjualan tidak naik? Kamu tidak sendiri. Banyak pelaku UMKM sudah “go digital” tapi hasilnya tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan, dan seringkali akar masalahnya bukan produk, tapi kesalahan mendasar pada website itu sendiri.
Artikel ini merangkum 7 kesalahan paling umum yang wajib kamu hindari.

1. Website Tidak Mobile-Friendly
Ini masalahnya
Menurut laporan We Are Social 2025, Indonesia adalah negara dengan persentase akses internet via HP tertinggi di dunia, mencapai 98,7%. Artinya, hampir semua calon pelangganmu pertama kali melihat website kamu lewat smartphone. Kalau tampilannya berantakan di HP, mereka langsung tutup.
Cara menghindari
Selalu uji tampilan di HP sebelum publish. Gunakan tema atau template yang sudah responsif (mobile-first). Di WordPress, aktifkan mode pratinjau mobile sebelum menyimpan perubahan apapun.
2. Loading Website Lambat
Ini masalahnya
Google merekomendasikan waktu loading halaman di bawah 3 detik. Tapi banyak website UMKM yang lemot karena upload foto langsung dari kamera tanpa kompres, terlalu banyak plugin aktif, atau hosting yang terlalu murah tanpa CDN.
Cara menghindari
Kompres semua gambar sebelum upload menggunakan TinyPNG atau Squoosh (gratis). Hapus plugin yang tidak digunakan. Pilih hosting dengan fitur caching dan CDN. Cek kecepatan website kamu di Google PageSpeed Insights, gratis dan langsung kasih saran perbaikan.
3. Tidak Ada Informasi Kontak yang Jelas
Ini masalahnya
Ini kesalahan yang sering dianggap sepele tapi dampaknya besar, yaitu calon pembeli sudah niat pesan, tapi tidak tahu harus menghubungi ke mana. Nomor WA tersembunyi di halaman “Tentang Kami”, alamat tidak ada, form kontak tidak berfungsi.
Cara menghindari
Tampilkan nomor WhatsApp, email, dan alamat di setiap halaman, idealnya di header atau footer. Tambahkan tombol “Chat via WhatsApp” yang mencolok dan langsung aktif saat diklik. Jangan biarkan calon pelanggan harus mencari-cari cara menghubungimu.
4. Tidak Ada Call to Action (CTA) yang Jelas
Ini masalahnya
Banyak website UMKM yang informatif, tapi tidak mengajak pengunjung untuk berbuat apa-apa. Tidak ada tombol “Pesan Sekarang”, “Cek Katalog”, atau “Hubungi Kami” yang menonjol, akhirnya pengunjung pergi tanpa melakukan apa-apa.
Cara menghindari
Setiap halaman harus punya satu CTA utama yang jelas dan mudah ditemukan. Gunakan warna kontras untuk tombolnya, letakkan di bagian yang langsung terlihat tanpa scroll, dan pastikan teksnya spesifik, bukan sekadar “Klik di sini.”
Baca juga:Sudah Jalankan Ads Tapi Website Tetap Gak Ramai? Ternyata Ini Penyebabnya!
5. Mengabaikan SEO Dasar
Ini masalahnya
Website yang tidak dioptimasi untuk search engine, ibarat toko yang buka di gang buntu. Tidak ada yang bisa menemukannya. Kesalahan paling umum seperti, judul halaman generic (“Beranda”), tidak ada meta deskripsi, gambar tanpa alt text, dan tidak mendaftarkan bisnis ke Google.
Cara menghindari
Isi title tag dan meta deskripsi setiap halaman dengan kata kunci yang relevan, misalnya “Katering Rumahan Jakarta Selatan” bukan sekadar “Menu.” Tambahkan alt text pada setiap gambar produk. Yang terpenting, daftarkan bisnismu ke Google Bisnisku (gratis) agar muncul di Google Maps dan pencarian lokal.
6. Tidak Ada Bukti Sosial (Social Proof)
Ini masalahnya
Di era digital, orang tidak beli dari bisnis yang tidak mereka percaya. Website tanpa testimoni pelanggan, foto produk asli, atau informasi pengalaman bisnis terasa kosong dan meragukan, sekeren apapun desainnya.
Cara menghindari
Tampilkan testimoni nyata dari pelanggan (screenshot percakapan WA pun sudah cukup asal relevan dan proper), foto produk yang asli dan berkualitas, jumlah pesanan atau pelanggan yang sudah dilayani, serta sertifikasi atau penghargaan jika ada. Bukti nyata jauh lebih meyakinkan dari kalimat promosi apapun.
7. Konten Tidak Pernah Diperbarui
Ini masalahnya
Website bukan proyek sekali jadi. Banyak pemilik UMKM yang sudah bikin website tapi tidak pernah di-update lagi, harga produk lama, stok sudah habis, promo sudah kadaluarsa. Selain membingungkan calon pembeli, konten yang stagnan juga membuat peringkat di Google merosot.
Cara menghindari
Jadwalkan review konten minimal sebulan sekali seperti perbarui harga, stok, dan promo aktif. Kalau bisa, tambahkan artikel blog secara rutin, minimal satu kali sebulan, karena Google menyukai website yang aktif dan terus menghadirkan konten baru yang relevan.
Biar Afarco Studio yang Bantu Kerjain
Afarco Studio hadir untuk bantu bisnis kamu tumbuh lebih cepat di dunia digital, tanpa ribet dan tanpa drama teknis. Apapun tantangan digitalmu, kami siap jadi mitra yang ramah, solutif, dan paham kebutuhan UMKM Indonesia!
Afarco Studio bisa bantu kamu, mulai dari pembuatan website, social media management, aplikasi, automasi bisnis,hingga riset lokasi bisnis.
Hubungi Kamivia hello@afarcoteknologi.com untuk informasi lebih lanjut.
Jangan lupa juga follow Instagram@afarcostudio untuk info teknologi terbaru dan berita masa kini, update terpercaya, dan insight penting yang relevan buat kamu.







